Kamis, 06 Oktober 2016

Hasil gambar untuk perkembangan internet


SEJARAH INTERNET
Internet merupakan jaringan komputer yang dibentuk oleh Departemen Pertahanan Amerika Serikat pada tahun 1969, melalui proyek lembaga ARPA yang mengembangkan jaringan yang dinamakan ARPANET (Advanced Research Project Agency Network), di mana mereka mendemonstrasikan bagaimana dengan hardware dan software komputer yang berbasis unix.namun secara singkat dapat diartikan sebagai kumpulan komputer yang terhubung satu dengan yang lain dengan menggunakan satu kabel dalam satu ruangan.Seiring perkembangan proyek tersebut munculah cikal bakal TCP/IP yang kita gunnakan saat ini. Perkembangan rancangan pun semakin mengarah ke arah positif, internet yang sebelumnya dirancang untuk kebutuhan militer lama kelamaan pun mulai dikembangan untuk keperluan pendidikan dan umum.

PENGERTIAN INTERNET 

internet merupakan singkatan dari interconnection-networking yang merupakan sistem jaringan yang menghubungkan tiap-tiap komputer secara global di seluruh penjuru dunia. Koneksi yang menghubungkan masing masing komputer tersebut memiliki standar yang digunakan yang disebut Internet Protocol Suitedisingkat TCP/IP. Komputer yang terhubung ke internet akan memiliki kemampuan melakukan pertukaran data dengan sangat cepat.

PERKEMBANGAN INTERNET

Berawal pada tahun 1960 dengan di temukannya teknologi jaringan komputer Dimana dapat menghubungkan satu komputer dengan komputer lain dengan menggunakan kabel dalam satu lokasi.
Pada awal di temukannya jaringan komputer di manfaatkan oleh meliter amerika serikat untuk mengembangkan Senjata nuklir,untuk mempermudah komunikasi jika dalam kondisi berbahaya
Barulah setelah itu dunia pendidikan mulai mempelajari jaringan komputer ini dan mengembangkannya , dan akhirnya pada tahun 1970 internet banyak di gunakan Tahun 1972 Roy Tomlinson berhasil menyempurnakan program emali yang ia ciptakan unti ARPANET dan langsung populer karena kemudahan pemakaianya dalam mengirim pesan dan pada tahun yang sama lambang (@) di perkenalkan sebagai lambang penting yang menunjukan "at" kemudian Pada Tahun 1973 jaringan komputer ARPANET mulai dikembangkan diluar amerika serikat tepatnya di University College di london yang merupakan pemilik komputer pertama di luar amerika serikat dalam jaringan ARPANET
Dari sinilah mulai di kembangkan TCP / IP dengan protocol yang standart dan di sepakati secara luas agar bisa tersebar d i berbagai tempat dan saling terhubung membentuk jaringan Raksasa dan sekarang bisa menjangkau seluruh dunia yang sekarang kita sebut " INTERNET".


Perkembangan Internet Di Indonesia


# Tahap Pertama


Inspirasi tulisan - tulisan internet di indonesia datangnya dari kegiatan di amtieur radio club (ARC) ITB di tahun 1986.Bermodal pesawat Tranceiver HF SSB Kenwood TS430 milik harya Sudirapratama(YC1HCE) dengan komputer Apple II milik onno W Purbo dan belasan anak ITB lain 
dan Robby Soebiakto meruapakan pakar di antara radio amatir indonesia khususnya untuk packet radio yang kemudian di dorong ke arah TCP/IP dari sini kemudian Robby Soebaiakto kemudian mengaitkan jaringan amatir Bulletin Board System yang merupakan jaringan email store and forword yang mengaitkan banyak server BBS radio amatir seluruh dunia, agari email dapat berjalan lancar dan melalui jaringan amatir radio ini juga akhirnya Robby Soebiakto berhasil membangun gateway amatir satelit di rumahnya

# Tahap Kedua


Tahun 1989 - 1990 berawal dari email list pertama yaitu :


Indonesia@janus.berkeley.edu 
yang merupakan tempat berdiskusi antar mahasiswa - mahasiswa indonesia yang berada di luar negeri dari sini kesadaran masyarakat mulai tumbuh,dan mail list ini berkembang pesat,terutama pada host server ITB dan egroups.com yang kemudian menjadi salah satu sarana berkembangnya komunitas internet di indonesia

# Tahap Tiga


Tahun 1992 - 1994 teknologi TCP/IP yang di adopsi oleh BPPT,LAPAN,UI,dan ITB menjadi tumpuan paguyuban NEt dan AMPR net (Amatir Packet Radio Network) 
menggunakan IP pertama di internet yang di kenal dengan domai AMPR.org dan IP 44.132 BPPT

# Tahap Ke empat


Tahun 1994 - 1995 mulai beroperasi ISP komersial pertama di indonesia yaitu indonet 
sambungan awal indonet ke internet di lakukan dengan menggunakan dial up yang pada awal akses menggunakan metode teks dengan cell account. dan browser lyxn setelah itu barulah para BBS di indonesia melakukan akses telnet ke luar negeri  dan mulai masuknya Top Level domain (TLD) sampai sekarang.

Kelebihan dan kekurangan internet.


Kelebihan Internet

1. Menjadi media komunikasi sosial jarak jauh, contohnya facebook dan twitter

2. Dapat mengetahui sebuah keadaan dalam bentuk gambar, contohnya instagram

3. Mengetahui informasi berupa teks, contohnya google

4. Mengetahui suatu keadaan dalam bentuk audio dan video, contohnya youtube

5. Membantu dalam menentukan tempat, contohnya GPS

6. Untuk kegiatan ekonomi, contohnya OLX

7. Mengunduh/mendownload, contohnya playstore

Kekurangan Internet

1. Merusak kesehatan mata, karena radiasi layar ponsel/komputer

2. Sakitnya pinggang, karena jika main di warnet kita akan selalu duduk

3. Kecanduan/ketagihan, seperti bermain game

4. Menghabiskan waktu

5. Menghabiskan uang, baik untuk membeli paket data ataupun main di warnet

6. Banyaknya hacker

7. Banyaknya cyber crime, yaitu kejahatan dunia maya.

Dampak Positif 


1. Internet sebagai media komunikasi: Dalam hal ini internet merupakan alat komunikasi yang di gunakan masyarakat untuk berkomunikasi dengan pengguna internet yang lain yang terdapat pada aplikasi internet contohnya aplikasi Chatting (facebook,twitter,yahoo dll) 

2.Media pertukaran data : Dengan menggunakan email, newsgroup, ftp dan www (world wide web : jaringan situs-situs web) para pengguna internet di seluruh dunia dapat saling bertukar informasi dengan cepat dan murah.

 3.Media mencari informasi; setiap manusia membuhtukan  informasi yang harus di ketahui,internet membantu manusia atau pengguna untuk memberikan segalah informasi yang di butuhkan.contohnya salah satu situs internet yang sering di gunakan bagi manusia dalam mencari informasi umumnya manusia menggunakan Google dan Youtube.

 4.Kemudahan bertransaksi dan berbisnis dalam bidang perdagangan : Dalam internet kita bisa melakukan keuntungan dalam bidang perdagangan ,membuka lowongan Bisnis salah satu situs internet yang sekarang ini kita ketahui membuka Olshop dengan aplikasi yang mempermuda masyarakat bertransaksi misalnya Tokobagus dan lain lain. 


Dampak Negatif 

1. Pornografi Internet seringkali di salah gunakan untuk hal hal yang kurang baik salah satunya Pornografi yang sudah merajalelah dengan demikian Untuk mengantisipasi hal ini, para produsen browser melengkapi program mereka dengan kemampuan untuk memilih jenis home-page yang dapat di-akses.akibat salah menggunakan banyak sekali tingkah asusila atau kriminal. 

2. Violence and Gore Kekejaman dan kesadisan juga banyak ditampilkan. Karena segi bisnis dan isi pada dunia internet tidak terbatas, maka para pemilik situs menggunakan segala macam cara agar dapat menjual situs mereka. Salah satunya dengan menampilkan hal-hal yang bersifat tabu. 

3. Penipuan Hal ini memang merajalela di bidang manapun. Internet pun tidak luput dari serangan penipu. Cara yang terbaik adalah tidak mengindahkan hal ini atau mengkonfirmasi informasi yang Anda dapatkan pada penyedia informasi tersebut. 

4. Carding Karena sifatnya yang real time(langsung), cara belanja dengan menggunakan Kartu kredit adalah carayang paling banyak digunakan dalam dunia internet. Para penjahat internet pun paling banyak melakukan kejahatan dalam bidang ini. Dengan sifat yang terbuka, para penjahat mampu mendeteksi adanya transaksi (yang menggunakan Kartu Kredit) on-line dan mencatat kode Kartu yang digunakan. Untuk selanjutnya mereka menggunakan data yang mereka dapatkan untuk kepentingan kejahatan mereka. 

5. Perjudian Banyak sekali pengguna internet yang menggunakan internet sebagai alat judi yang sangat luas bagi semua kalangan ,bukan hanya bagi orang dewasa bahkan anak anak pun seringkali menyalah gunakan internet sebagai alat perjudian. 


Referensi :  
  • http://safitrinopela.blogspot.co.id/
  • http://rohmatullahh.blogspot.co.id/2013/10/sejarah-internet-perkembangan-internet.html
  • http://nikenlarasati9428.blogspot.co.id/p/sejarah-internet.html
  • Budi Sutedjo Dharma Oetomo, S.Kom., MM. Pengantar Teknologi Informasi Internet: Konsep dan Aplikasi. Jakarta: Andi Offset, 2007
  • Henry pandia Teknologi Informasi dan Komunikasi Erlangga 2011 .









Rabu, 15 Juni 2016



HUBUNGAN RELIGIUSITAS DENGAN PERILAKU SOSIAL
1.      Hubungan Religiusitas
Menurut Anshari (1979) walaupun istilah agama sering disamakan dengan istilah yang lain seperti religi (religion: bahasa Inggris) dan (ad-diin: bahasa arab), pada dasarnya semua istilah ini sama maknanya dalam terminologi dan teknis, meskipun masing-masing arti etimologis, riwayat, dan sejarah sendiri-sendiri.  Anshari (1979) mendifinisikan agama, religi, ad-diin sebagai sistem keyakinan atas adanya yang mutlak di luar diri manusia dan suatu sistem peribadatan kepada sesuatu yang dianggap mutlak, yaitu Tuhan yang mempunyai kekuatan dan kekuasaan, serta sistem norma (kaidah) yang mengatur hubungan sesama manusia dengan manusia, dan dengan alam sekitarnya sesuai dan sejalan dengan keyakinan manusia itu sendiri.
Menurut Madjid (1992), religiusitas seseorang adalah tingkah laku manusia yang sepenuhnya dibentuk oleh kepercayaan kepada kegaiban atau alam gaib, yaitu kenyataan-kenyataan supra empiris. Manusia melakukan tindakan empiris sebagaimana layaknya, tetapi manusia yang memiliki religiusitas meletakan harga dan makna tindakan empirisnya di bawah supra empiris.

ASPEK – ASPEK RELIGIUSITAS :

Menurut penelitian Kementerian Negara dan Lingkungan Hidup dan dalam penelitian yang dilakukan oleh Glock dan Stark (Widiyanta, 2005), ada lima dimensi religiusitas, yang oleh peneliti akan dijadikan aspek-aspek dalam menyusun skala religiusitas yaitu:

A. Religious practice (the ritualistic dimension) / Aspek Islam
Tingkatan sejauh mana seseorang mengerjakan kewajiban ritual di dalam agamanya, seperti shalat, zakat, puasa, haji, dan sebagainya.

B. Religious belief (the ideological dimension)/Aspek Iman
Sejauh mana orang menerima hal-hal yang dogmatik di dalam ajaran agamanya. Misalnya kepercayaan tentang adanya Tuhan, malaikat, kitab-kitab, Nabi dan Rasul, hari kiamat, surga, neraka, dan yang lain-lain yang bersifat dogmatik.

C. Religious knowledge (the intellectual dimension)/Aspek ilmu
Seberapa jauh seseorang mengetahui tentang ajaran agamanya. Hal ini berhubungan dengan aktivitas seseorang untuk mengetahui ajaran-ajaran dalam agamanya.

D. Religious feeling (the experiental dimension)/Aspek Ikhsan
Dimensi yang terdiri dari perasaan-perasaan dan pengalaman-pengalaman keagamaan yang pernah dirasakan dan dialami. Misalnya seseorang merasa dekat dengan Tuhan, seseorang merasa takut berbuat dosa, seseorang merasa doanya dikabulkan Tuhan, dan sebagainya

E. Religious effect (the consequential dimension)/Aspek Amal
Dimensi yang mengukur sejauh mana perilaku seseorang dimotivasikan oleh ajaran agamanya di dalam kehidupannya. Misalnya ikut dalam kegiatan konversasi lingkungan, ikut melestarikan lingkungan alam dan lain-lain.

2.Perilaku Sosial
Perilaku adalah merupakan perbuatan/tindakan dan perkataan seseorang yang sifatnya dapat diamati, digambarkan dan dicatat oleh orang lain ataupun orang yang melakukannya sedang sosial adalah keadaan dimana terdapat kehadiran orang lain. Perilaku sosial adalah perilaku yang terjadi dalam situasi sosial, yakni bagaimana orang berpikir, merasa dan bertindak karena kehadiran orang lain. Dapat diartikan juga  sikap dimana kita saling membutuhkan orang lain.
Menurut Krech, Crutchfield dan Ballachey (1982) dalam Rusli Ibrahim (2001), perilaku sosial seseorang itu tampak dalam pola respons antar orang yang dinyatakan dengan hubungan timbal balik antar pribadi. Perilaku sosial juga identik dengan reaksi seseorang terhadap orang lain (Baron & Byrne, 1991 dalam Rusli Ibrahim, 2001). Perilaku itu ditunjukkan dengan perasaan, tindakan, sikap keyakinan, kenangan, atau rasa hormat terhadap orang lain.

Dari uraian diatas dapat diartikan juga bahwa manusia sebagai pelaku dari perilaku sosial yang tidak bisa hidup tanpa orang lain. Artinya manusia memiliki kebutuhan dan
kemampuan serta kebiasaan untuk berkomunikasi dan berinteraksi
dengan manusia yang lain.

Bentuk dan Jenis Perilaku Sosial
Bentuk dan perilaku sosial seseorang dapat pula ditunjukkan oleh sikap sosialnya. Sikap menurut Akyas Azhari (2004:161) adalah “suatu cara bereaksi terhadap suatu perangsang tertentu. Sedangkan sikap sosial dinyatakan oleh cara­-cara kegiatan yang sama dan berulang-ulang terhadap obyek sosial yangmenyebabkan terjadinya cara-cara tingkah laku yang dinyatakan berulang-ulang terhadap salah satu obyek sosial (W.A. Gerungan, 1978:151-152).
Berbagai bentuk dan jenis perilaku sosial seseorang pada dasarnya merupakan karakter atau ciri kepribadian yang dapat teramati ketika seseorang berinteraksi dengan orang lain. Seperti dalam kehidupan berkelompok, kecenderungan perilaku sosial seseorang yang menjadi anggota kelompok akan akan terlihat jelas diantara anggota kelompok yang lainnya.

Perilaku sosial dapat dilihat melalui sifat-sifat dan pola respon antar pribadi, yaitu :
1. Kecenderungan Perilaku Peran
a.      Sifat pemberani dan pengecut secara social
b.      Sifat berkuasa dan sifat patuh
c.      Sifat inisiatif secara sosial dan pasif
d.      Sifat mandiri dan tergantung
2. Kecenderungan perilaku dalam hubungan sosial
a.      Dapat diterima atau ditolak oleh orang lain
b.      Suka bergaul dan tidak suka bergaul
c.      Sifat ramah dan tidak ramah
d.      Simpatik atau tidak simpatik
3. Kecenderungan perilaku ekspresif
a.          Sifat suka bersaing (tidak kooperatif) dan tidak suka bersaing (suka bekerja sama)
b.         Sifat agresif dan tidak agresif
c.          Sifat kalem atau tenang secara sosial
d.        Sifat suka pamer atau menonjolkan diri

Faktor-faktor terhadap perilaku sosial.

a.       Faktor Genetik. Yang dimaksud dengan faktor genetik di sini adalah segala hal yang oleh seseorang dibawa sejak lahir dan bahkan pula merupakan “warisan” dari kedua orang tuanya. Seperti tingkat kecerdasan, sifat pemarah atau penyabar dan lain-lain. Yang kiranya amat penting mendapat perhatian di sini ialah mengusahakan tersedianya data yang lengkap tentang latar belakang kehidupan karyawan. Data tersebut mulai dikumpulkan pada saat seseorang melamar menjadi karyawan organisasi dan terus menerus dimutakhirkan sepanjang karier yang bersangkutan, baik dalam hal melakukan koreksi terhadap perilaku yang sifatnya negatif maupun dalam mengembangkan perilaku organisasional yang sifatnya positif.   
b. Faktor Lingkungan. Yang dimaksud dengan faktor lingkungan di sini adalah situasi dan kondisi yang dihadapi oleh seseorang pada masa usia muda dalam rumah dan dalam lingkungan yang lebih luas, terutama lingkungan sekolah dan lingkungan masyarakat dekat yang dilihat dan dihadapinya sehari-hari.
Perilaku seseorang setelah dewasa banyak dipengaruhi oleh kondisi dalam rumah tangga di mana ia hidup pada waktu masih kecil. Bahkan ada pula ahli yang mengatakan bahwa sesungguhnya kepribadian seseorang telah mulai terbentuk ketika ia masih berada dalam kandungan sang ibu. Jika seseorang dibesarkan dalam rumah tangga yang bahagia, pola perilaku seseorang akan bersifat “baik”, misalnya dalam bentuk sifat-sifat yang positif seperti peramah, gembira, sabar, toleran, mudah diajak bekerjasama dengan orang lain, tidak egoistis, dan memiliki rasa simpati.
Sebaliknya, jika seseorang dibesarkan dalam keluarga yang tidak bahagia, di mana kedua orang tua sering bertengkar, apalagi di hadapan anak-anaknya, sukar diharapkan orang tersebut menumbuhkan kepribadian yang positif. Sebaliknya, kemungkinan besar orang itu akan bersifat egoistis, tingkat toleransinya rendah, memandang dunia sekelilingnya dengan perasaan curiga dan mudah memperlakukan orang lain dengan sikap yang antipati.
Dalam hubungan ini kiranya perlu ditegaskan bahwa kondisi lingkungan rumah tangga yang harmonis tidak identik dengan kehidupan yang secara materi tergolong kaya.
Segi kedua daripada faktor lingkungan adalah faktor sekolah. Lingkungan sekolah hendaknya tidak dipandang sebagai tempat untuk menambang ilmu untuk dipergunakan sebagai modal hidup dikemudian hari, akan tetapi juga sebagai tempat pembinaan sikap mental dan perilaku sosial yang baik. Di samping pengetahuan dan keterampilan, menumbuhkan nilai-nilai budaya, nilai-nilai etika dan nilai-nilai estetika harus pula dilakukan secara programatis dan sistematis. Pembentukan kepribadian di sekolah merupakan sisi lain daripada pembentukan kepribadian di rumah tangga. Karenanya kerjasama para orang tua dan para pendidik menjadi teramat penting.

Segi ketiga dari faktor lingkungan adalah kondisi masyarakat dekat sekeliling, di lingkungan mana anak-anak bergaul dengan sesamanya.
Beberapa hal yang mempunyai pengaruh terhadap perilaku sesorang adalah :
1. Lingkungan yang tentram, dalam arti penuh kedamaian dan bebas dari kehidupan yang curiga mencurigai;
2. Lingkungan yang rukun di mana sesama warga “tidak saling mencampuri urusan orang lain”, tanpa disertai oleh sikap yang acuh tak acuh;
3. Lingkungan yang bersih dalam arti fisik;
4. Tersedianya fasilitas bergaul yang memadai seperti untuk berolah raga, berbincang-bincang dengan rekan-rekan setingkat, dan sebagainya, dan
5. Suasana kemasyarakatan yang mencerminkan keakraban.
 c. Faktor Pendidikan. Pendidikan adalah usaha sadar dan sistematis yang berlangsung seumur hidup dalam rangka mengalihkan pengetahuan oleh seorang kepada orang lain. Dengan pengertian di atas jelas tampak bahwa pendidikan dapat bersifat formal dan non formal. Pendidikan yang sifatnya formal ditempuh melalui tingkat-tingkat pendidikan, mulai dari sekolah taman kanak-kanak hingga, bagi sebagian orang, pendidikan di lembaga pendidikan tinggi, terjadi di ruang kelas dengan program pada umumnya bersifat “structured”. Di pihak lain, pendidikan yang sifatnya non formal dapat terjadi di mana saja karena sifatnya yang “unstructured”. Dalam kedua situasi pendidikan itu, pengalihan pengetahuan dan keterampilan tetap terjadi.
Perlu disadari bahwa sasaran pendidikan tidaklah hanya pengalihan pengetahuan dan keterampilan saja, tapi salah satu bagian terpenting dari upaya pendidikan adalah pembinaan watak (character building). Pembinaan watak, sebagai bagian yang integral daripada usaha pendidikan, dimaksudkan antara lain untuk :

1. Mengembangkan kemampuan berpikir secara rasional,
2. Mengembangkan kemampuan analitik,
3. Mengembangkan kepekaan terhadap perubahn-perubahan yang terjadi di masyarakat pada umumnya,
4. Menumbuhkan dan mengembangkan nilai-nilai etika, estetika, kemandirian, rasa solidaritas social yang tinggi,
5. Mewujudkan persepsi yang tepat tentang peranan dan kedudukan seseorang vis a vis orang lain dalam kehidupan komunal.
Apabila hal-hal di atas dapat diterima dari sekian banyak sasaran melalui kegiatan pendidikan, jelaslah bahwa pendidikan memainkan peranan yang sangat penting dalam pembentukan perilaku administrasi.
Memang diperlukan pengetahuan yang mendalam, misalnya tentang :
1. Raison d’etre serta tujuan organisasi di mana seseorang menjadi anggota;
2. Falsafat yang dianut oleh organisasi dalam rangka pencapaian tujuannya;
3. “clientele groups” yang harus dilayani oleh organisasi;
4. Makna dan hakikat tugas dan fungsi yang harus dilaksanakan;
5. Jenis kegiatan operasional yang harus diselenggarakan.
Berkaitan erat dengan pendidikan sebagai factor pembentuk administrasi adalah keterampilan. Keterampilan adalah kemampuan teknis untuk melakukan sesuatu kegiatan tertentu yang dapat dipelajari dan dikembangkan.
Sebagai bagian dari pendidikan, pengembangan keterampilan pun menpunyai pengaruh yang cukup kuat dalam pembentukan perilaku. Artinya, seseorang yang memiliki keterampilan tertentu akan mudah untuk :
1. Ditempatkan pada sesuatu satuan organisasi tertentu sesuai dengan bidang keterampilannya;
2. Dibina sedemikian rupa sehingga keterampilan dasarnya dapat terus dikembangkan;
3. Memetakan pola karir seseorang sepanjang prestasinya memuaskan;
4. Mengarahkan dan membantu dalam hal menghadapi kesulitan dalam melaksanakan tugasnya.
Asumsi dasar yang biasa dipergunakan dalam memanfaatkan pendidikan sebagai salah satu factor pembentuk perilaku ialah bahwa setiap manusia normal, bukan hanya dapat dikembangkan, akan tetapi ingin terus berkembang.

d. Faktor Pengalaman. Yang dimaksud dengan pengalaman di sini adalah keseluruhan pelajaran yang dipetik oleh seseorang dari peristiwa-peristiwa yang dilaluinya dalam perjalanan hidupnya. Dari pengertian tersebut dapat dikatakan bahwa pengalaman seseorang sejak kecil turut membentuk perilaku orang yang bersangkutan dalam kehidupan organisasionalnya.
Yang amat penting mendapat perhatian dalam hubungan ini adalah kemampuan seseorang untuk belajar dari pengalamannya, apakah pengalaman itu pahit atau manis.
Ditinjau dari segi teori perilaku administrasi, yang penting mendapat perhatian setiap pimpinan adalah menjaga agar supaya jangan sampai pengalaman pahit seseorang mengakibatkannya mempunyai berbagai sifat yang negative seperti apatisme, “keras kepala”, tidak toleran, mudah putus asa dan sejenisnya. Sebaliknya, jangan sampai pengalaman seseorang menyebabkannya menjadi seorang yang over confidence, arogan, sombong dan sifat-sifat lain seperti itu.
Pengalaman seseorang di sekolah pun akan turut membentuk pola perilaku seseorang. Misalnya, jika seseorang mengalami sesuatu yang kurang baik di sekolah seperti guru yang tidak/kurang berwibawa, guru yang suka main pukul, mutu pelajaran yang rendah dan lain sebagainya, dapat saja mengakibatkan sesorang tidak bergairah untuk mengembangkan pengetahuan dan keterampilannya. Sebaliknya, pengalaman di sekolah yang mendorong pengembangan kreatifitas, gaya hidup yang berdisiplin serta menumbuhkan kehausan kepada ilmu pengetahuan akan menjadi modal yang sangat berharga dalam kehidupan organisasional di kemudian hari.


Sabtu, 30 April 2016

MANUSIA DENGAN TANGGUNG  JAWAB

Pengertian tanggung jawab
Tanggung jawab menurut kamus umum bahasa indonesia adalah keadaan wajib menanggung segala sesuatunya. Sehingga bertanggung jawab menurut kamus umum bahasa indonesia adalah berkewajiban menanggung, memikul jawab, menanggung segala sesuatunya atau memberikan jawab dan menanggung akibatnya.
    Tanggung jawab adalah kesadaran manusia akan tingkah laku atau  perbuatannya yang disengaja maupun yang tidak disengaja. Tanggung jawab juga berarti berbuat sebagai wujud kesadaran akan kewajibannya. Manusia pada hakikatnya adalah makhluk yang bertang­gung jawab.Disebut demikian karena manusia, selain merupa­kan makhluk individual dan makhluk sosial, juga merupakan makhluk ‘I’uhan. Manusia memiliki tuntutan yang besar untuk bertanggung jawab mengingat ia mementaskan sejumlah peranan dalam konteks sosial, individual ataupun teologis.

Macam – macam janggung jawab

- Tanggung Jawab Terhadap Diri Sendiri

Tanggung jawab terhadap diri sendiri menuntut kesadaran setiap orang untuk memenuhi kewajibannya sendiri dalam mengambangkan kepribadian sebagai manusia pribadi. Dengan demikian bisa memecahkan masalah-masalah kemanusiaan menganai dirinya sendiri menurut sifat dasarnya manusia adalah mahluk bermoral namun manusia juga seorang pribadi. Karena merupakan seorang pribadi manusia mempunyai pendapat sendiri, perasaan sendiri angan angan sendiri sebagai perwujudan dari pendapat perasaan dan angan angan manusia berbuat dan bertindak.
Contoh : Dina seorang pelajar, besok ia akan menghadapi ujian. Tapi dina sama sekali tidak belajar. Sehingga saat ulangan berlangsung dina tidak dapat menjawab soal-soal yang diberikan guru nya. jadi dina harus bertanggung jawab terhadap dirinya sendiri karena tidak mau belajar saat ada ujian.

- Tanggung Jawab Terhadap Keluarga

Keluarga merupakan Masyarakat kecil, keluarga terdiri dari suami-istri , ayah ibu dan anak anak, dan juga orang lain yang menjadi anggota keluarga. Tiap anggota keluarga wajib bertanggung jawab kepada keluarganya. Tanggung jawab ini menyangkut nama baik keluarga tapi ketanggung jawab juga merupakan kesejahteraan, keselamatan pendidikan dan kehidupan.
Contoh : sebuah keluarga hidup dalam kemiskinan Seorang ayah merasa sedih karena ke lima orang anak nya tidak mendapatkan kehidupan yang layak, sehingga demi tanggung jawab nya terhadap keluarga maka seorang ayah ini rela mencuri demi menghidupi keluarga nya.


- Tanggung Jawab Terhadap Masyarakat
Pada hakekatnya manusia tidak bisa hidup tanpa bantuan manusia lain, sesuai dengan kedudukannya sebagai mahluk social. Karena membutuhkan manusia lain maka ia harus berkomunikasi dengan manusia lain tersebut. Sehingga dengan demikian manusia disini merupakan anggota masyarakat yang tentunya mempunyai tanggung jawab seperti anggota masyarakat lain agar dapat melangsungkan hidupnya dalam masyarakat tersebut. Wajarlah apabila segala tingkatan
 dan perbuatannya harus dipertaggung jawabkan kepada masyarakat.
Contoh : Toni adalah seorang yang sangat pemalas. Suatu ketika diadakan gotong royong dikampung nya, tetapi toni tidak mau berpatisipasi dalam kegiatan itu sehingga ia mendapat teguran dari kepala desa. Setelah diberikan pengertian, akhirnya toni mau ikut bergotong royong karena gotong royong merupakan salah satu tanggung jawab nya terhadap masyarakat.
- Tanggung Jawab Terhadap Bangsa/Negeri
Bahwa setiap manusia adalah warga Negara suatu Negara dalam berpikir, berbuat, bertindak, bertingkah laku manusia terikat oleh norma norma atau ukuran ukuran yang dibuat oleh Negara. Manusia tidak dapat berbuat semuanya sendiri bila perbuatan manusia itu salah maka ia harus bertanggung jawab kepada Negara.
Contoh : Seseorang aparatur negara rela mengorbankan jiwa dan raga nya terhadap bangsa nya karena merupakan tanggung jawabnya terhadap negara/bangsa.
- Tanggung Jawab Terhadap Tuhan
Tuhan menciptakan manusia di bumi ini bukanlah tanpa tanggung jawab, melainkan untuk mengisi kehidupannya manusia mempunyai tanggung jawab langsung terhadap Tuhan. Sehingga dikatakan tindakan manusia tidak lepas dari hukuman-hukuman Tuhan. Yang diruangkan dalam berbagai kitab melalui berbagai macam agama. Pelanggaran dari hukuman hukuman tersebut akan segera diperingatkan oleh Tuhan dan jika peringatan yang keraspun manusia masih juga tidak menghiraukan maka Tuhan akan melakukan kutukan. Sebab dengan mengabaikan perintah perintah Tuhan. Berarti meninggalkan tanggung jawab yang seharusnya dilakukan terhadap Tuhan sebagai penciptanya. Bahkan untuk memenuhi tanggung jawabnya manusia harus berkorban.
Contoh : setiap manusia wajib melaksanakan kewajiban nya mejalankan agama yang dipercayai nya, karena itu merupakan tanggung jawab dirinya terhadap tuhan .
Etika ,Estetika,Peradaban
ETIKA
Kata etika berasal dari bahasa Yunani, yaitu ethos. Secara etimologis, etika adalah ajaran tentang baik–buruk, yang diterima umum atau tentang sikap, perbuatan, kewajiban, dan sebagainya. Etika bisa disamakan artinya dengan moral (mores dalam bahasa latin), akhlak, atau kesusilaan. Etika berkaitan dengan masalah nilai, karena etika pada pokoknya membicarakan masalah–masaah yang berkaitan dengan predikat nilai susila, atau tidak susila, baik dan buruk. Dalam hal ini, etika termasuk dalam kawasan nilai, sedangkan nilai etika itu sendiri berkaitan dengan baik–buruk perbuatan manusia.
Namun, etika memiliki makna yang bervariasi. Bertens menyebutkan ada tiga jenis makna etika sebagai berikut :
  1. Etika dalam arti nilai–nilai atau norma yang menjadi pegangan bagi seseorang atau kelompok orang dalam mengatur tingkah laku.
  2. Etika dalam arti kumpulan asas atau nilai moral (yang dimaksud disini adalah kode etik)
  3. Etika dalam arti ilmu atau ajaran tentang yang baik dan yang buruk . Disini etika sama artinya dengan filsafat moral.
Etika sebagai nilai dan norma etik atau moral berhubungan dengan makna etika yang pertama. Nilai–nilai etik adalah nilai tentang baik buruk kelakuan manusia. Nilai etik diwujudkan kedalam norma etik, norma moral, norma kesusilaan.
Norma etik berhubungan dengan manusia sebagai individu karena menyangkut kehidupan pribadi. Pendukung norma etik adalah nurani individu dan bukan manusia sebagai makhluk sosial atau sebagai anggota masyarakat yang terorganisir. Norma ini dapat melengkapi ketidakseimbangan hidup pribadi dan mencegah kegelisahan diri sendiri.
Norma etik ditujukan kepada umat manusia agar tebetuk kebaikan akhlak pribadi guna penyempurnaan manusia dan melarang manusia melakukan perbuatan jahat. Membunuh, berzina, mencuri, dan sebagaiya. Tidak hanya dilarang oleh norma kepercayaan atau keagamaan saja, tetapi dirasaan juga sebagai bertentangan dengan (norma) kesusilaan dalam setiap hati nurani manusia. Norma etik hanya membebani manusia dengan kewajiban–kewajiban saja.
Asal atau sumber norma etik adalah dari manusia sendiri yang bersifat otonom dan tidak ditujukan kepada sikap lahir, tetapi ditujukan kepada sikap batin manusia. Batinnya sendirilah yang mengancam perbuatan yang melanggar norma kesusilaan dengan sanksi. Tidak ada kekuasaaan diluar dirinya yang memaksakan sanksi itu. Kalau terjadi pelanggaran norma etik, misalnya pencurian atau penipuan, maka akan timbullah dalam hati nurani si pelanggar itu rasa penyesalan, rasa malu, takut, dan merasa bersalah.
Daerah berlakunya norma etik relatif universal, meskipun tetap dipengaruhi oleh ideologi masyarakat pendukungya. Perilaku membunuh adalah perilaku yang amoral, asusila atau tidak etis. Pandangan itu bisa diterima oleh orang dimana saja atau universal. Namun, dalam hal tertentu, perilaku seks bebas bagi masyarakat penganut kebebasan kemungkinan bukan perilaku yang amoral. Etika masyarakat Timur mungkin berbeda dengan etika masyarakat barat.
Norma etik atau norma moral menjadi acuan manusia dalam berperilaku. Dengan norma etik, manusia bisa membedakan mana perilaku yang baik dan juga mana perilaku yang buruk. Norma etik menjadi untuk berperilaku baik. Manusia yang beretika berarti perilaku manusia itu baik sesuai dengan norma–norma etik.
Budaya atau kebudayaan adalah hasil cipta, rasa dan karsa manusia. Manusia yang beretika akan menghasilkan budaya yang memiliki nilai–nilai etik pula. Etika berbudaya mengandung tuntutan atau keharusan bahwa budaya yang diciptakan manusia mengandung nilai–nilai etik yang kurang lebih bersifat universal atau diterima sebagian besar orang. Budaya yang memiliki nilai–nilai etik adalah budaya yang mampu menjaga, mempertahankan, bahakan mampu meningktkan harkat dan martabat manusia itu sendiri. Sebaliknya, budaya yang beretika adalah kebudayaan yang akan merendahkan atau bahkan menghancurkan martabat kemanusiaan.
Estetika
Jika estetika dibandingkan dengan etika, maka etika berkaitan dengan nilai tentang baik–buruk, sedangkan estetika berkaitan dengan hal yang indah–jelak. Sesuatu yang estetik berarti memenuhi unsur keindahan (secara estetik murni maupun secara sempit, baik dala bentuk, warna, garis, kata, ataupun nada). Budaya yang estetik berarti budaya tersebut memiliki unsur keindahan.
Apabila nilai etik bersifat relatif universal, dalam arti bisa diterima banyak orang, namun nilai estetik amat subjektif dan partikular. Sesuatu yang indah bagi seseorang belum tentu indah bagi orang lain. Misalkan dua orang memandang sebuah lukisan. Orang yang pertama akan mengakui keindahan yang terkandung dalam lukisan tersebut, namun bisa jadi orang kedua sama sekali tidak menemukan keindahan di lukisan tersebut.
Oleh karena subjektif, nilai estetik tidak bisa dipaksakan pada orang lain. Kita tidak bisa memaksa seseorang untuk mengakui keindahan sebuah lukisan sebagaimana pandangan kita. Nilai–nilai estetik lebih bersifat perasaan, bukan pernyataan.
Budaya sebagai hasil karya manusia sesungguhnya diupayakan untuk memenuhi unsur keindahan. Manusia sendiri memang suka akan keindahan. Di sinilah manusia berusaha berestetika dalam berbudaya. Semua kebudayaan pastilah dipandang memiliki nilai–nilai estetik bagi masyarakat pendukung budaya tersebut. Hal–hal yang indah dan kesukaannya pada keindahan diwujudkan dengan menciptakan aneka ragam budaya.
Namun sekali lagi, bahwa suatu produk budaya yang dipandang indah oleh masyarakat pemiliknya belum tentu indah bagi masyarakat budaya lain. Contohnya, budaya suku–suku bangsa Indonesia. Tarian suatu suku berikut penari dan pakaiannya mungkin dilihat tidak ada nilai estetikanya, bahkan dipandang aneh oleh warga dari suku lain, demikian pula sebaliknya
Peradaban
istilah peradaban juga sering dipakai untuk menyebut suatu kebudayaan yang mempunyai sistem teknologi, ilmu pengetahuan, seni bangunan, seni rupa, dan sistem kenegaraan dan masyarakat yang maju dan kompleks.
Secara harfiah, peradaban berasal dari kata dasar adab yang berarti akhlak, kesopanan atau kehalusan berbudi pekerti. Dan manusia yang tidak mempunyai adab sering dikatakan sebagai biadab.
Peradaban didefinisikan sebagai keseluruhan kompleksitas produk pikiran kelompok manusia yang mengatasi negara, ras, suku atau agama yang membedakannya dari yang lain. Beradab setidaknya sebuah masyarakat bersifat relatif dan harus ada norma. Kebutuhan akan adab dengan peradaban mengacu pada masyarakat yang memiliki organisasi sosial, kebudayaan dan cara berkehidupan yang sudah maju yang menyebabkan berbeda dari masyarakat lain.
Dalam kelompok sosial yang telah tersusun susunan masyarakatnya akan terjadinya sebuah perubahan dalam susunan tersebut merupakan sebuah keniscayaan. Karena perubahan merupakan hal yang mutlak terjadi dimanapun tempatnya. Kenyataan mengenai perubahan-perubahan dalam masyarakat dapat dianalisa dari  berbagai segi diantaranya: ke “arah” mana perubahan dalam masyarakat itu “bergerak” (direction of change)”, yang jelas adalah bahwa perubahan itu bergerak meninggalkan faktor yang diubah. Akan tetapi setelah meninggalkan faktor itu mungkin perubahan itu bergerak kepada sesuatu bentuk yang baru sama sekali, akan tetapi boleh pula bergerak kepada suatu bentuk yang sudah ada di dalam waktu yang lampau. Perubahan adalah keniscayaan, dan perubahan ke arah yang lebih baik tentunya merupakan hasrat dari setiap individu maupun organisasi. Peradaban adalahsebuah istilah yang digunakan untuk menyebutkan bagian-bagian atau unsur kebudayaan yang dianggap halus, indah dan maju. Konsep kebudayaan adalah perkembangan kebudayaan yang telah mencapai tingkat tertentu yang tercermin dalam tingkat intelektual, keindahan, teknologi, spiritual yang terlihat pada masyarakatnya. Kebudayaan bersifat dinamis. Oleh sebab itu ia dapat mengalami  perubahan atau pergeseran.

Artikel Tentang "Paralel Computation"

TUGAS SOFTSKILL  3 “PARALLEL COMPUTATION” Pengantar Komputasi Modern  Nama Anggota            : 1.  Deva Prananda               ...